Jual Properti Kelar Tanpa Makelar

Anda ingin menjual rumah atau apartemen, tetapi masih berat hati untuk menggunakan jasa makelar atau agen sebagai perantara? Lagi pula, Anda merasa kapasitas pengetahuan Anda mengenai bisnis properti sangat minim. Anda pun bertanya-tanya. Apakah mustahil menjual properti tanpa perantara?

Kegalauan seperti ini adalah hal yang lazim dialami seseorang ketika ingin menjual properti. Memang banyak pemilik properti yang sukses mendapatkan pembeli dengan bantuan perantara. Dengan bantuan makelar, urusan jual beli juga menjadi lebih praktis. Anda tak perlu repot-repot mengurus perkara administrasi transaksi jual beli atau menakar harga yang pas sebelum menawarkan properti pada calon pembeli. Jika pihak perantara melakukan tugasnya secara profesional, Anda hanya perlu duduk manis dan urusan beres.

Sayangnya, tak jarang pula keberadaan perantara justru merugikan. Anda barang kali sering melihat plang bertuliskan “rumah dijual tanpa perantara”. Kenyataan ini mengindikasikan bahwa peran perantara tak selalu mulus dan memuaskan bagi pihak pemilik maupun pembeli properti. Alasannya bisa bermacam-macam. Pihak perantara mungkin saja diam-diam mengambil keuntungan terlalu tinggi. Beberapa mungkin tidak becus menangani proses transaksi atau tidak maksimal mempromosikan properti Anda ketika merasa komisinya terlalu kecil. Kecemasan Anda terhadap kelakuan curang pihak perantara kemudian membuat Anda ingin menjual properti Anda secara mandiri. Mungkinkah? Jawabannya adalah ya, sangat mungkin. Yang terpenting, hilangkan keraguan bahwa Anda tidak akan mampu menangani proses jual-beli sendiri.

Lakukan cara berikut jika Anda ingin mejual properti tanpa perantara.

  • Siapkan semua dokumen yang diperlukan dalam transaksi jual-beli .

Sebelum menjual properti, Anda harus lebih dahulu memastikan dokumen apa saja yang harus dimiliki oleh pihak penjual dan pembeli. Dokumen-dokumen tersebut antara lain sertifikat tanah yang telah diperiksa Badan Pertahanan Nasional, Surat  Tanda Terima Setoran Pajak Bumi dan Bangunan, Bukti Pelunasan PPh, Bukti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, Akta Jual Beli, dll. Setelah itu tentukan pula siapa yang akan menanggung biaya tersebut. Dalam beberapa kasus, biaya Akta Jual Beli yang umumnya ditanggung secara proporsional oleh kedua belah pihak, dapat dibebankan ke salah satu pihak saja tergantung kesepakatan.

  • Tentukan harga yang masuk akal.

Anda mungkin punya kelekatan emosional yang mendalam dengan rumah Anda. Namun, itu bukan alasan untuk menjualnya dengan harga yang tidak relevan di mata calon pembeli. Lakukanlah riset kecil-kecilan untuk mencari tahu kisaran harga properti di wilayah setempat. Informasi dapat Anda temukan dari mulut ke mulut atau melalui berbagai sumber di internet.

  • Siapkan kelayakan properti Anda.

Bayangkan jika Anda seorang pembeli, apakah Anda tertarik membeli rumah yang terkesan tak terawat? Setiap pembeli pasti membayangkan kenyamanan yang akan didapatkan dari rumah barunya. Oleh karena itu, cek kembali kondisi properti Anda. Tak perlu renovasi total. Memastikan fungsi jendela, pintu, keran air, maupun saklar berjalan dengan baik, adalah hal-hal sepele yang sering dilupakan pihak penjual, namun sangat penting di mata calon pembeli.

  • Tentukan cara untuk memasarkan properti Anda.

Ada banyak jalan untuk memasarkan properti. Anda dapat memasarkannya dari mulut ke mulut dengan memanfaatkan jaringan pertemanan dan relasi kerja. Anda juga dapat memasang iklan di media cetak pada akhir pekan. Mereka yang berniat membeli rumah biasanya akan membaca iklan baris saat memiliki waktu luang. Opsi lainnya adalah menjualnya secara online. Maksimalkan fungsi social media seperti Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, dll, sebagai media promosi. Cara ini dapat menghubungkan Anda secara langsung dengan calon pembeli. Anda juga bisa menggunakan cara lainnya, yaitu memasarkan properti Anda pada portal properti online. Cara ini digunakan untuk memunculkan profil properti Anda pada daftar properti di halaman portal tersebut dan akan dilihat oleh para pencari properti.

  • Siapkan waktu untuk melayani pertanyaan calon pembeli.

Setelah melempar properti Anda ke pasaran, Anda tentu harus sigap menaggapi pertanyaan-pertanyaan calon pembeli, baik secara tatap muka, melalui telepon, maupun e-mail. Jika Anda lambat menanggapi, calon pembeli akan ragu-ragu dan menganggap Anda tidak serius.

  • Hindari gaptek alias gagap teknologi.

Menjual properti tanpa perantara terkesan merepotkan, sebab Anda harus mencari informasi sebanyak-banyaknya dan serinci mungkin mengenai proses penjualan properti itu sendiri. Semua itu tak akan jadi masalah jika Anda melek teknologi digital. Melakukan riset pasar, mempelajari hukum jual-beli, memasarkan properti, serta berkomunikasi dengan calon pembeli, menjadi jauh lebih mudah dengan perkembangan teknologi yang satu ini. Hemat waktu, hemat tenaga, dan tentu saja, bebas biaya.

**

Menjual properti memang perlu hati-hati. Namun, bukan berarti Anda tak dapat melakukannya sendiri. Dengan sikap aktif dan sedikit rasa ingin tahu, urusan jual beli properti dijamin kelar tanpa kehadiran makelar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s